FEED it:) my lovely fish!just CLICK!! thanks
Friday, April 8, 2011
My First Experience "One day became Diplolmat of Japan"
Awalnya aku sama sekali enggak tau apa itu MUN taunya yaa cuman sekedar kepanjangan dari singkatan aja Model United Nation. Serreeeem ni, beraat deh mainannya pake Inggris!Hmmm.. Setelah di briefing sebelum pelaksanaan, aku baru paham bahwa MUN itu semacam sidang yang diadakan oleh PBB untuk mengatasi permasalahan dunia. Misalnya waktu itu aku dapet pembahasan tentang green economy, sebagai imbas dari global warming, maka negara- negara pemproduksi teknologi/ produk yang go green diharapkan dapat memberi sumbangsih, berdiskusi, saling membantu antar negara di dunia.
Gimana si teknik pelaksanaannya? aduh.. kalo itu mah panjang banget critanya tapi initinya, sidang itu bagi dalam beberapa sesi.Pertama setiap negara memberikan pemaparan tentang bagaimana kondisi negaranya, kalo kondisi nya terrible biasanya negara tersebut merangkul negara- negara lain untuk membantunya. Jika negara itu maju biasanya menawarkan bantuan dan kerjasama bagi negara yang membutuhkan. Setiap negara boleh mengusulkan topic yang akan dibicarakan. Waktu itu aku lagi Dipsim(Diplomatic Simulation) bahas tentang green economy misal ada suatu negara, Jepang(kebetulan waktu itu aku jadi wakil Jepang) yang sudah terkenal bahwa jepang itu negara pemproduksi green tehnology. Jepang bisa mengusulkan bahan diskusi yang termasuk dalam lingkup green economy. Jika udah ada masukkan dari beberapa negara, ntar diambil voting.Topic mana yang paling banyak dipilih akan dipakai sebagai bahan pembahasan.
Pokonya gini deh simpelnya sidang terdiri dari pembukaan(paparan dari tiap negara),pembahasan masalah, pembahasan solusi masalah,perumusan solusi masalah sampai akhirnya di akhir persidangan ada keputusan bersama antar negara didunia tentang masalah tersebut.
Sidangnya lumayan lama loh dari jam 7.00 a.m--5.00p.m lama kan? Oia tips, bagi kalian yang nanti nantinya bakal ikutan Dipsim ini jangan telat yaaa.. Soalnya waktu itu aku hampir telat sampainya, jadi bikin panik dan gugup.Padahal kita kan latihan jadi Diplomat. Jadi harus tenang, latihan on time (soalnya waktu itu ada peraturan dari pihak penyelenggara kalo telat nggak boleh ikut n masuk). Coba banyangkan kalo itu terjadi beneran di dunia nyata. Bisa bayangin? sidang bisa moloor kaya jam Indonesi (mav nggak bermaksud nyidir tapi fakta berbicara gitu)
Latian kaya Diplomat apa salahnya? Siapa yang nglarang? Siapa yang tau jadi apa kita 15 tahun lagi? Jadi Diplomat? Mungkin ko, asal ada kemauan:)
"Tuhan akan memeluk mimpi- mimpi orang yang percaya pada Nya."
With my Friends, We are dreaming become Diplomat. One day:)

